Fernando Alonso  Memilih Setia dengan McLarenIndonesia Raih 2 Penghargaan di Kompetisi Video Pariwisata Dunia UNWTOMenteri Pertanian Klaim Tahun Ini Indonesia Bebas PaceklikBelanja Pemerintah yang Besar Jadi Pendorong Ekonomi Indonesia di 2018

 

Polda Metro Siap Putar CCTV Kronologi Perampokan Pulomas - Satumedia TV
Hukum

Polda Metro Siap Putar CCTV Kronologi Perampokan Pulomas

Satumediatv.com – Terkait tragedi perampokan di Pulomas, Jakarta Timur, yang sempat menggegerkan beberapa waktu lalu. Guna memperkuat pernyataan dan keaslian kronologi kejadian, Polda Metro Jaya akan memutar CCTV rekaman tragedi tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat ditemui menyampaikan “Nanti CCTV mau diputar di Polda Metro Jaya, secepatnya. Saya undang untuk melihat, biar tahu kejadiannya seperti apa, jadi nggak menduga-duga. Orang kan banyak beranggapan bukan perampokan murni,”.

Namun peristiwa ini mampu diungkap oleh tim Kepolisian secara cepat. Polisi berhasil membekuk para pelaku yang berjumlah 4 orang pelaku.Keempat pelaku yakni,

1. Ramlan Butarbutar, pemimpin perampok, tewas ditembak di Rawalumbu, Bekasi.
2. Erwin Situmorang, eksekutor perampokan, ditangkap di Rawalumbu, Bekasi.
3. Ius Pane, eksekutor perampokan, ditangkap di Medan, Sumatera Utara.
4. Alfin Sinaga, sopir, ditangkap di Villamas Indah Blok C, Bekasi.

Keempat pelaku tersebut, diketahui kerap disebut-sebut dengan dengan nama Geng ‘Korea Utara’. Kawanan pelaku ini diketahui memang kerap melakukan aksinya dengan modus masuk kerumah korban tanpa merusak pintu (mencari rumah yang tak dikunci) dan berpura-pura mengenal keluarga yang memiliki rumah. Dalam perampokan yang terjadi Senin 26 Desember 2016 lalu ini menewaskan 6 orang dan 5 orang luka.

Diketahui, kronologi kejadian bermula pada saat Senin, 26 Desember, sore hari, Pelaku yang beridentitas Ramlan Butarbutar turun dari mobil Suzuki Ertiga, kemudian masuk ke rumah Dodi melalui pintu teralis yang tak dikunci. Memang beginilah modusnya. “Begitu pagar rumah orangnya terbuka mereka langsung masuk.

Ramlan menyekap orang-orang seisi rumah. Terlihat dari CCTV, mereka mengumpulkan orang-orang di ruang tengah, sambil mengintimidasi dengan pistol dan golok, kemudian menggiring mereka ke kamar mandi 1,5×2 meter. Datanglah Dodi beberapa saat kemudian saat para perampok selesai menggasak barang-barang berharga. Dodi kemudian juga dijebloskan para perampok ke kamar mandi itu.

Erwin Situmorang membantu Ramlan dalam proses penyekapan ini. Keran air dalam kamar mandi dinyalakan, kunci dibuang, gerendel pintu dirusak. Maka terkuncilah 11 orang di dalam kamar sempit itu.

Selasa , 27 Desember, pukul 09.25 WIB pagi, kerabat bernama Sheila Putri menyambangi rumah Dodi. Dia curiga dengan kondisi rumah karena mendengar suara minta tolong. Dia kemudian melapor ke Pos Polisi Kayuputih. Satpam dan polisi kemudian datang ke rumah Dodi dan berusaha keras membuka pintu kamar mandi itu. Sekuriti bernama Lutfi (28) kemudian mendobrak pintu itu. Ketika terbuka, kondisi didalam telah dalam keadaan tertumpuk di ruangan yang cuma berapa meter ukurannya di kamar mandi pembantu di lantai 1.

11 Orang itu akhirnya dikeluarkan dari ruang sempit dan pengap. Namun sayang, enam di antara mereka sudah tak bernyawa karena kehabisan oksigen.

Rabu, 28 Desember, pukul 15.00 WIB, polisi beraksi menangkap Ramlan, Erwin, Yus Pane, dan Sinaga di Gang Kalong, Bojong, Rawalumbu, Bekasi, Jawa Barat. Letusan tembakan terdengar berkali-kali. Dor, dor, dor, dor!!! Ramlan tewas usai ditembus timah panas di kaki, Erwin tersungkur karena kakinya ditembak, sedangkan Yus Pane dan Sinaga kabur.

Petang harinya, Sinaga ditangkap di Villa Mas Indah Blok C, Bekasi Utara. Menurut polisi, orang ini adalah sopir Ertiga yang digunakan untuk menyatroni rumah Dodi. Polisi menembak kaki Sinaga saat penangkapan.

Satu orang lagi yakni inisial R merupakan saudara Ramlan juga diamankan polisi. R dinyatakan telah berusaha menyembunyikan kawanan perampok kejam itu.

Polisi menyita sejumlah barang bukti saat menangkap Ramlan dan Erwin. Barang bukti tersebut antara lain uang rupiah, uang Thailand, 5 handphone, STNK, jaket, tas, topi, jam tangan Rolex, 2 kunci motor, dan kemeja putih.

Minggu, 1 Januari 2017, Ius ditangkap di Medan, Sumatera Utara, pukul 07.45 WIB. Dia ditangkap saat turun di pool bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Jl Sisingamangaraja, Medan, Sumatera Utara.

 

Sumber : NTMC Polri

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PT. SATU MEDIA SOLUSI
Email : satumediatv.id@gmail.com
Head Office : Jl. Kramat Baru no.4B, Kramat, Senen, Jakarta Pusat.
Branch Office : Jl.Haji Buang II No.72 Kav.33 Ulujami,
Pesanggrahan-Jakarta selatan
Email : satumediatv.id@gmail.com

Copyright SatumediaTV © 2017

To Top