Fernando Alonso  Memilih Setia dengan McLarenIndonesia Raih 2 Penghargaan di Kompetisi Video Pariwisata Dunia UNWTOMenteri Pertanian Klaim Tahun Ini Indonesia Bebas PaceklikBelanja Pemerintah yang Besar Jadi Pendorong Ekonomi Indonesia di 2018

 

Menpar Arief Yahya Tandatangani Prasasti Jalur Cheng Ho - Satumedia TV
Video

Menpar Arief Yahya Tandatangani Prasasti Jalur Cheng Ho

BANDA ACEH, Satumediatv.com: Ribuan masyarakat memadati perayaan puncak Hari Nusantara (Harnus) 2015 yang berlangsung di Pelabuhan Perikanan Lampulo, Banda Aceh, Minggu (13/12/15).

Harnus 2015 yang dibuka Wakil Presiden RI Drs HM Jusuf Kalla juga dihadiri Menteri ESDM sebagai Ketua Pelaksana Peringatan Harnus 2015, Menteri Pariwisata RI, Menteri Kelautan dan Perikanan, Wali Nanggroe Aceh Tgk Malik Mahmud Al-Haytar, Gubernur Aceh dr H Zaini Abdullah dan sejumlah pejabat, instansi, dll.

Hari Nasional merupakan penegasan dan pengingat bahwa Indonesia merupakan Negara Kepulauan terbesar di dunia yang ditaburi oleh pulau-pulau yang indah, yang memiliki keragaman budaya, adat istiadat serta potensial ekonomi yang dapat digali secara maksimal. Indonesia IMG-20151213-WA0011sebagai bangsa maritim dan negara kepulauan terbesar di dunia.

Dipilihnya Aceh karena Aceh wilayah provinsi  paling ujung barat Negara Kesatuan Republik Indonesia, memegang  posisi sangat strategis yakni sebagai pintu gerbang lalu lintas internasional menuju kawasan Asia Tenggara dan Australia, memiliki kawasan maritim.

Secara geografis Provinsi Aceh dikelilingi oleh lautan, di pesisir Utara Timur oleh laut selat Malaka dan laut Andaman (Benggala) di pesisir Barat-Selatan oleh Samudera Hindia.

Aceh (A-ts’i) merupakan daerah Nusantara yang disinggahi pelayaran Cheng Ho. Tercatat ada dua di Aceh yang didatangi muhibah Cheng Ho, yaitu Kerajaan Samudera Pasai (su-men-da-la) dan Kesultanan Lambri (Lamuri; Lan-wu-li).

Di Kerajaan Samudera Pasai Cheng Ho menghadiahi lonceng besar atau genta yang dinamai Cakra Donya (Cakra Dunia).

Cakra Donya merupakan simbol hubungan persaudaraan antara Kaisar Tiongkok dan Raja Samudera Pasai. Sejak 1915, benda itu tersimpan di Museum Aceh dan menjadi bukti otentik hubungan sejarah antara Tiongkok dan Aceh sejak abad ke-15.

Pada puncak perayaan Harnus 2015 yang diramaikan dengan berbagai atraksi kelautan, Menteri Pariwisata RI Arief Yahya pada kesempatan tersebut menandatangi Prasasti Peluncuran Jalur Samudera Cheng Ho.

“Ada 10 kota yang pernah di datangi Cheng Ho pada abad XXI Masehi, tapi kita baru 9 tanpa Kota Tuban,” ujar Menpar Arief Yahya disela acara Harnus 2015 di Banda Aceh, Minggu (13/12/15).

Sembilan kota itu yakni Banda Aceh, Batam, Tj Pandan Belitung, Pangkal Pinang, Palembang, DKI Jakarta, Cirebon, Semarang, Surabaya, dan Denpasar.

Arief mengatakan, “Aceh menjadi kota pertama yang menjadi persinggahan Cheng Ho. Cheng Ho itu seorang muslim (beragama Islam), di sini juga sudah ada artefak peninggalannya yakni Cakra Donya”.

Diharapkan dengan dibukanya Jalur Samudera Cheng Ho di Aceh menurut Menpar akan mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara (Wisman) dari Tiongkok.

Saat ini Wisman di Aceh sudah mencapai 3 juta dan Wisnus 30 juta dengan mengambil pasar friendly tourism atau family tourism.

“Saya menyarankan kepada Kadisbudpar Aceh dan Walikota Aceh untuk mengembangkan halal tourism, karena disini kuat sekali. Diharapkan tahun depan Aceh juga bisa meraih penghargaan Halal Tourism seperti Lombok,” tambah Arief Yahya. evi

PT. SATU MEDIA SOLUSI
Email : satumediatv.id@gmail.com
Head Office : Jl. Kramat Baru no.4B, Kramat, Senen, Jakarta Pusat.
Branch Office : Jl.Haji Buang II No.72 Kav.33 Ulujami,
Pesanggrahan-Jakarta selatan
Email : satumediatv.id@gmail.com

Copyright SatumediaTV © 2017

To Top